free counter with statistics
Home » Cerita Bokep » Cerita Dewasa Teman Kerjaku Yang Tomboy | Cerita Sex 27 Februari 2019

Cerita Dewasa Teman Kerjaku Yang Tomboy | Cerita Sex 27 Februari 2019

Nonton Bokep Gratis Terpopuler

Situs nontonbokepgratis.info ini sudah menjadi populer dikalangan pecinta bokep karena situs ini selalu menyajikan hal hal mengenai seks yang sangat menggairahkan dan membuat para pecinta bokep lebih birahi dalam urusan ranjang. situs ini akan menyajikan berupa video seks dan cerita seks. video seks yang akan disajikan ini terdiri dari video seks barat dan video seks jepang dan lain sebagainya serta cerita seksnya juga yang sangat hot seindonesia yang sangat menggairah kan dan membuat para pecinta bokep lebih birahi maka dari itu agar tidak ketinggalan dengan video ataupun cerita seks terbaru yang akan kami berikan kunjungilah selalu situs nontonbokepgratis.info kami ini

Gadis itu tomboy sekali. Orangnya pendek,tingginya kurang lebih 150 cm. Jalannya kayak laki-laki, rambutnya selalu dipotong pendek. Dan yang jelas.. Dia tidak suka laki-laki. Mau bukti Sampai saat ini belum pernah terdengar dia jalan sama laki-laki. Padahal umurnya sudah 35 tahun.

Itulah gambaran gadis yang kukenal di kantorku. Sudah 5 tahun aku jadi Pegawai Negeri di suatu instansi pemerintah di Jakarta, dan 5 tahun pula kenal dengan dia, sebut saja Nova. Nova memang sudah pegawai senior di instansiku. Walaupun umurnya lebih tua aku, tapi Nova lebih dulu jadi Pegawai Negeri.

Walaupun aku dan Nova beda bagian di kantorku, tapi kami sering bertemu dan berbagi cerita tentang pekerjaannya masing-masing. Apalagi kami aktif di organisasi Korpri. Tapi aku belum pernah menanyakan padanya apakah dia punya pacar, atau dia tidak suka cowok, atau lesbi atau.. Apa saja tentang rahasia pribadinya.

Suatu hari, saat aku mau pulang kantor aku berpapasan dengan Nova yang keluar dari kamar kecil.
“Eh.. Nov, kamu belum pulang,” tanyaku. Waktu itu memang kantor sedang sepi karena karyawan sudah pulang semua.
“Eh Rudy.. Belum Rud, masih ada kerjaan yang harus diselesaikan,” katanya sambil ngeloyor pergi meninggalkan aku yang terbengong-bengong memperhatikan punggung dia yang sedang berjalan menuju ruang kerjanya.

Tiba-tiba ada hasrat yang membuat aku melangkahkan kaki menuju ruang kerjanya. Kulihat dia duduk di depan meja sambil membolak-balik map yang ada di depannya.
“Nov, sibuk ya, bisa kubantu,” tanyaku.
“Eh.. Rud.. Ngapain kamu kesini tanpa ijin? Nanti kuteriakin maling lho.”
“Yey.. Orang mau bantu malah disambut begitu”.
“Aku nggak butuh bantuan..” katanya ketus.
“Koq galak amat sih.., aku sun.. Baru tahu rasa..”

Entah mengapa aku tiba-tiba bernafsu ingin mencium bibirnya.
“Coba.. kalau berani aku tusuk perutmu pakai ini,” katanya sambil mengacungkan gunting.
Aku bukannya takut atas ancamannya, tapi jadi penasaran ingin melumat-lumat bibirnya. Tanpa pikir panjang lagi aku pegang pukul tangannya, dan “Awww..!” Nova menjerit kesakitan dan guntingpun terjatuh.

Aku tidak menyia-nyiakan kesempatan, kudorong bahunya dan dia jatuh terlentang di meja, aku langsung menindihnya dan kutempelkan bibirku ke bibirnya, aku lumat-lumat bibirnya.
“Ugh.. Ugh.. Ugh..”

Nova meronta-ronta berusaha melepaskan diri. Lalu mendorongku keras-keras. Sampai aku terjatuh. Saat aku berdiri.. Plak.. Plak.. Plak.. Dia menampar pipiku keras-keras.
“Apa-apaan kamu.. Mau memperkosaku ya? Bangsat!!” katanya marah besar.

Aku dimarahi seperti itu semakin bergairah untuk memperkosanya. Kudorong bahunya dan dia jatuh terlentang di meja, aku langsung menindihnya lagi dan kekutempelkan bibirku ke bibirnya, aku lumat-lumat bibirnya. Dia meronta-ronta berusaha melepaskan diri. Tapi aku semakin erat memegang bahunya dan semakin lahap melumat bibirnya. Nova terus meronta-ronta..
“Ugh.. Ugh.. Ugh..”

Napasnya tersenggal-senggal. Aku semakin asyik melumatnya bibirnya. Ada cairan hangat membasahi pipiku, aku menghentikan aksiku. Masih dalam posisi menindihnya, aku lihat ada cairan bening mengalir dipipinya. Aku jadi nggak tega. Aku menghentikan aksiku. Aku berdiri, kulihat Nova masih terlentang dan menatapku. Dipipinya mengalir deras air mata.

“Eh.. Nov, maafin aku.. Aku tak bermaksud menyakitimu. Aku minta maaf atas kelancanganku.”
“Kamu jahat, kamu mau memperkosaku,” katanya sambil menatapku nanar.
“Maafin aku, aku tidak bermaksud memperkosamu, dan aku berjanji tidak akan berbuat seperti itu lagi”.
“Benar?”
“Sumpah”
“Baik aku maafin..” katanya sambil berdiri.
“Sebagai tanda persahabatan, bolehkah aku menciummu,” kataku mulai nakal lagi.
Nova menatapku sejenak.. Tapi kemudian mengangguk. Akhirnya aku dekatkan wajahku kewajahnya, kukecup bibirnya lembut.

Nova tersenyum, “Trim.. ,” katanya.
Tiba-tiba.. Kukulum bibirnya sekali lagi.
“Ugh..” Nova mendorongku, “Kamu mulai lagi ya, dasar nakal,” katanya marah.
“Aku.. Pingin sih.. Apa kamu nggak pengin”
“Aku juga sebenarnya pengin..” katanya lirih.

Aku terhenyak kaget. Akhirnya, aku mendorongnya ke meja, aku menindihnya, kulumat-lumat bibirnya. Kali ini Nova menikmatinya. Aku ciumi pipinya, kuciumi lehernya..
“Ugh.. Ugh.. Enak.. Rud.. Akuu sukaa..” Nova merintih.

Aku terus mencium bibir, pipi dan leher. Tanganku mencopoti kancing bajunya dan segera melepas bajunya, serta bh-nya. Gadis tomboy itu susunya indah sekali. Aku lepas bajuku
”kamu apa-apaan. Kenapa bajuku kamu lep… awww.. enakk…”

nova menjerit jerit ketika aku mulai meremas-remas susunya dan mengulum puting susunya serta memainkannya dengan lidah. Kubuka celanaku dan kupelorotkan dengan lidah kubuka celanaku dan kupelorotkan cd ku. Kupelorotkan roknya dan cdnya juga

”novv..penisku ngaceng// kumasukkan ke vagina”
”jangan.. aww… sakitt…”teriaknya ketika aku menekan penisku yang sudah tegang ke liang vaginanya dan blesss… masuk dengan susah payah
”sakiittt…”
aku tak peduli mau sakit mau ngaahk aku mainkan maju mundur dan bless

”awww…. sakitt…”
”nova enak….”
”awww…”
akhirnya spermaku ku muntahkan dalam perut nova

Semoga dengan situs nontonbokepgratis.info ini akan sangat membantu sekali bagi para pecinta bokep agar lebih bergairah dan lebih birahi dalam urusan ranjang

Ayo share...
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestEmail this to someone
Penulis: admin
Tags
Menu Title